
START YOUNG – Tips dan Trik Sukses di Usia Muda
Dedy Dahlan

Dedy Dahlan adalah Penulis, Trainer dan Entrepreneur Muda yang dikenal karena semangatnya dalam menikmati hidup! Training-trainingnya dititikberatkan pada proses Emotional Relief, mengingatkan bagaimana dengan menikmati prosesnya, kita justru akan meraih kesuksesan yang kita impikan!
Bukunya “Start Young“, menunjukkan bagaimana kesuksesan muda DAPAT diraih! Memuat langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan sejak kuliah untuk karir dan entreprenurship, dan dilengkapi dengan kisah-kisah nyata dari para tokoh muda!
Bagi anda yang tinggal di Bandung, simaklah “Heart Minutes – Saatnya Kembali ke Hati”, bersama Dedy Dahlan, Senin-Jumat pukul 08.00, 14.00, dan 21.00 di Sky 90,50 FM.
1. Buku Start Young
2. On air insert: “Heart Minutes – Saatnya Kembali ke Hati” @ Sky 90,50 FM Bandung, Senin-Jumat pukul 08.00, 14.00, 18.00, dan 21.00 WIB.
9 Matahari
9 Matahari, novel National Best Seller tahun 2009, karya Adenita.
“Aku memang berhasil lulus kuliah. Bukan hanya membawa ilmu, tapi juga utang kuliah. Utang atas nama diriku, bukan orang tuaku. Utang atas nama semua ilmu yang kuserap dari bangku kuliah dan kepingan pengalamannya. Utang atas pembentukan karakter diri. Semua itu adalah tanggung jawab pribadi atas sebuah impian. Semua itu juga adalah harga yang harus aku tukar dengan sebuah pengalaman duduk di bangku kuliah dan sejuta pengalaman berharga lainnya. Aku tidak merasa jumlah dan kewajiban itu sebagai beban karena aku tahu harga itu memang pantas untuk aku jadikan ”investasi” hidupku.”
Temui Matari Anas, mahasiswi yang terlalu tua dengan teman-teman seangkatannya, namun punya tekad menakjubkan menjadi sarjana dan berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang sekitarnya. Meski keluarganya gagal membiayai kuliah karena terlalu miskin dan secara emosional sedang labil, dia berusaha mandiri, bertahan dengan energi positif yang luar biasa. Keadaan memaksa dia utang ke sana-kemari pada banyak orang, teman-teman, sampai ibu pemilik warung makan di dekat tempat kosnya. Dia belajar pada kehidupan, pada orang-orang yang bisa dijadikan teladan, pertemanan, kesetiaan, dan kasih sayang orang-orang yang mencintainya. Meski pada akhirnya kuliah hingga lulus itu penting, lebih penting lagi ialah integritas, yang ditempa oleh kehidupan dan kedewasaan dalam memandang masalah.
NOVEL ini pantas direkomendasikan pada semua mahasiswa baru, kalangan perguruan tinggi, dan orangtua dengan ekonomi kelas bawah yang punya anak kuliah. Kesulitan dan kepanikan yang dihadapi Matari begitu terasa, termasuk perasaannya menanggung utang dan rasa malu, ketar-ketir menghadapi ujian kuliah dan hidup. Mungkin bagi mahasiswa dan orangtua dari golongan ekonomi kelas mapan, kesulitan itu sulit dibayangkan dan terlalu melankolis; tapi keberanian Matari mengambil risiko dan berhati-hati atas pilihan dan mencoba bersikap, masih mampu membuat orang terkesan oleh karakternya. Bagian yang memperlihatkan kesukaran hidup, misalnya saat Tari kesulitan dapat uang untuk bayaran dan penghidupan, menurut saya mengharukan dan emosinya kena sekali. (Dikutip dari tulisan Anwar Holid)
Adenita
Yuli Anita, yang biasa dikenal dengan nama Adenita, lahir di Jakarta tanggal 3 Juli 1981. Adenita merupakan seorang penyiar, MC, dan penulis. Pengalamannya dalam dunia broadcasting tidak sebatas sebagai penyiar dan MC tapi juga sebagai reporter berita untuk suatu televisi swasta berlangganan.
Dalam bidang menulis, karya perdananya 9 Matahari yang diluncurkan November 2008 menjadi novel National Best Seller di pertengahan tahun 2009. Saat ini Adenita sedang menulis novelnya yang kedua Epicentrum.
Di sela-sela kesibukannya menulis Adenita juga sering berpartisipasi dalam berbagai acara sebagai MC maupun pembicara dalam berbagai event lokal maupun nasional.
Kunjungi halaman lainnya mengenai Adenita:
Adenita on Blogspot
Adenita’s Friends on Facebook
Adenita on Goodreads
BOOKS:
2008: 9 Matahari
FORMAL EDUCATION & EXPERIENCES
1999-2000: Diploma I, Management Information Systems
2001-2006: Padjadjaran Universisty, majoring in Public Relations
2001-2002: Air Talent, KIDS-FM , Bandung
2002-2004: Air Talent & Reporter, Radio OZ Bandar Lampung & Bandung
2004-2005: Air Talent, Reporter & Newswriter, Trijaya-FM Bandung
2006-2007: Air Talent, AUTO Radio Bandung
2007-2008: Reporter Astro Awani, penyedian konten Astro TV
EVENTS & PROJECTS
2003: MC: AA Gym Goes To Campus, Tianshi Groups, Hexos BB Extravaganza
2004: Voice Over, Film Politik Perempuan, Ganesha TV & Garin Nugroho
2004: MC, Nonton Bareng Euro 2004, Djarum Super Weekend Rendezvous
2004: Finalis, News Presenter Bandung, SCTV Goes to Campus
2005: MC: “Fund Rising IDEA 2005″ Desain Proruk ITB, “Gelar Peduli Lingkungan 2005″ Teknik Lingkungan ITB, 1000 Lilin utk Aceh
2005: MC, 3rd Anniversary Honda
2005: MC, Pembukaan Pameran Kaligrafi Imam Choirul Basri, Gallery Soka, Kemang, Jkt
2005: MC, “Pembukaan Pameran Lukisan ABSTARX, Kreasi dan Rekreasi”, Gallery Soka, Kemang, Jkt
2005: MC, Seminar & diskusi panel “Enhancing Aviation and Security Awareness”, PT Surveyor Indonesia
2005: MC, Seminar Pemanfaatan Migas, Migasindo
2005: Moderator, Sharing Pengalaman bersama Ayu Utami, Bandung
2005: Voice Over, A-V Presentation for Badan Meteorologi & Geofisika
2005: MC, News Years’ Party at The Peak by Trijaya FM Bandung
2005: Finalis, News Presenter Semarang, Menuju Layar Liputan 6 SCTV
2006: Moderator, Sharing Pengalaman Kreatif Menulis, Common Room
2006: Voice Over, A-V Presentation for Teknik Industri ITB
2006: MC, Nonton Bareng Moto GP + Nonton Bareng F1, Auto Radio
2007: MC, Gathering PT. Rekadaya Elektrika
2007: MC, peletakan batu pertama Carrefour, Bandung
2008, Dec 22: Pembicara, Dare to be Different with Writing & Public Speaking Skill, UnPad
2008, Dec 23: Pembicara, Menulis Diary, SD Mutiara Bunda, Bandung
2009, Jan 13: Pembicara, Impian & Kerja Kreatif, SMA Muthahari, Bandung
2009, Jan 28: Pembicara, Bedah Buku 9 Matahari, UPI Bandung
2009, Feb 4: Pembicara, Bedah Buku 9 Matahari, UnPar Bandung
2009, Feb 9: Pembicara, Bedah Buku 9 Matahari, pameran buku IKAPI Bandung
2009, Feb 13: Pembicara, Bedah Buku 9 Matahari, SMU Stella Duce 2 Yogyakarta
2009, Feb 13: Pembicara, Seminar Nasional Apresiasi sastra & bedah buku, SMU TarNus, Magelang
2009, Feb 14: Pembicara, Bedah Buku 9 Matahari, Java Mall Semarang
2009, Feb 17: Pembicara, Book Club Eve Magazine, Kafe Kembang Goela Jakarta
2009, Mar: Pembicara, Bedah Buku 9 Matahari di UnPad Bandung, USU Medan, Mal Paladium Medan, Gramedia matraman Jakarta, dan Poltek UI Depok
2009, Apr 9: Pembicara motivasi, Try Out Telkomsel
2009, Apr 18: Pembicara, workshop “Mengarang Fiksi Yuk”, Bale Pustaka Bandungd
2009, May 2: Pembicara, Kuliahmu Kesempatanmu, Graha Pancasila Pandeglang
2009, Aug 8: MC, Ulang tahun Auto Radio Bandung
2009, Sep 8: Pembicara, Talkshow 9 Matahari & Start Young, Poltek Telkom Bandung
2009, Sep 10-11: Pembicara, Telkomsel AS School Community, Soreang
2009, Sep 12: Pembicara, workshop “Menulis Naskah bersama Grasindo”, Bandung
***
Seminar Ekonomi Farmasi: “REGULASI HARGA OBAT: PRO DAN KONTRA?”
Pembicara :
Dr. Fuad Afdal
(Pakar Farmakoekonomi, Ketua IA Farmasi ITB)
Prof. Dr. James J. Spillane, SJ
(Penulis buku “Ekonomi Farmasi”)
Pengantar seminar:
Industri farmasi global termasuk ribuan perusahaan: perusahaan obat, perusahaan biotek, produsen obat generik, organisasasi yang membuat penelitian, serta penjual grosir and eceran. Namun, ada dominasi oleh Big Pharma = kira-kira 12 perusahaan multinasional terbesar dengan kantor pusat di Amerika Serikat atau Eropa. Perjualannya per tahun kurang lebih separo dari penjualan dunia [sebesar US$ 550 milyar pada tahun 2005].
Ada debat sosial tentang tujuan dan praktek-praktek perusahaan farmasi. Misalnya, hasil atas investasi dalam industri farmasi lebih tinggi daripada industri lain di Amerika Serikat. Perusahaan farmasi menerima laba yang tinggi tetapi menurut Big Pharma laba tersebut diperlukan untuk fasilitas baru dan penelitian serta perkembangan obat yang baru dan efektif. Proses penelitian dan pengembangan [R & D] obat baru penuh risiko. Semakin lama semakin tinggi tuntutan para regulator supaya proses lebih lama lagi. Diperlukan rata-rata 12 tahun untuk pengembangan obat baru dari fase awal sampai disetuji oleh para regulator. Rata rata biaya pengembangan obat baru supaya dapat dipasarkan pada tahun 2005 sebesar US$ 802 juta. Namun, obat baru tersebut sering kali mengurangi biaya total dari pelayanan kesehatan khususnya kalau operasi di rumah sakit tidak diperlukan. Ironis bahwa negara di mana harga obat dikontrol oleh Pemerintah sering mengalami manfaat dari obat baru ini tanpa membayar ongkos R & Dnya.
Sebetulnya, ada soal citra perusahaan farmasi. Mereka dianggap kurang etis kalau orang menerima laba dari penyakit orang lain walaupun ada inovasi dan tingkat kesehatan menjadi lebih tinggi. Laba tinggi dari perusahaan farmasi lebih mudah dilihat daripada manfaat dari obat baru. Big Pharma sering dipandang sebagai perusahaan yang rakus karena laba tinggi. Maka perusahaan farmasi menghadapi dilema besar. Sebagai bisnis, perusahaan farmasi diharapkan berinovasi, mengambil risiko, bersaing kuat dan menerima martabat. Namun, kalau mereka berusaha memaksimalkan nilai sahamnya, ada banyak protes.
Pasar untuk pelayanan kesehatan tidak berjalan seperti pasar biasa walaupun ada gunanya kalau beberapa teknik dari industri swasta dimanfaatkan. Misalnya, kalau para konsumen dapat memilih antara beberapa produk atau produsen, bukan hanya satu saja. Juga kalau para pasien diberikan lebih banyak informasi tentang produk farmasi. Namun, membeli pelayanan kesehatan tidak seperti orang yang membeli mobil. Seorang konsumen yang sakit sangat terbatas dalam pilihan yang dihadapi dibandingkan orang yang sehat.
Ada beberapa pihak yang memaksa industri farmasi bertanya diri sendiri tentang cara berbisnis, yaitu, para investor, para pembeli pelayanan dan produknya, para regulator, para dokter and para pasien. Maka, ada beberapa pihak yang ingin bahwa pelayanan kesehatan oleh industri farmasi dipindah dari sektor swasta ke sektor umum. Seminar ini akan memeriksa argumen-argumen PRO dan KONTRA akan regulasi dari obat.